Selasa, 23 November 2010

pembuka pintu KHASYAF

ILMU PEMBUKA PINTU
KHASAF

Khasaf merupakan tabir
antara yang tampak
dengan yang tak tampak.
Seandainya tabir ini telah
terbuka, maka akan
terlihatlah segala yang tersembunyi. Pintu Khasaf
merupakan pintu
penghubung antara alam
sadar dan alam bawah
sadar akan menuntun
orang untuk memahami alam yang ada diluar
dirinya seperti alam gaib
yang menyimpan begitu
banyak misteri yang
hanya dengan ilmu Allah
SWT sajalah yang akan terbuka rahasianya.
Orang yang telah terbuka
Pintu Khasafnya akan
diberi kemudahan untuk
merasakan, membaca dan
melihat segala sesuatu yang akan terjadi ataupun
berada jauh diluar
kemampuan indera
fisiknya. Orang yang telah
terbuka Pintu Khasafnya
akan terbuka pula indera Keenam ataupun Mata
Ketiganya. Bila kita telaah
lebih jauh, sebenarnya
Pintu Khasaf merupakan
pintu yang diperuntukan
bagi orang yang berhati suci dimana batas antara
hamba dan khalik sudah
tidak ada lagi. Oleh karena
itu, kesucian hati menjadi
mutlak sebelum membuka
Pintu Khasaf.

Pembukaan Pintu Khasaf
dapat dilakukan dengan
banyak cara. Diantaranya
dengan cara yang relative
aman namun tetap
efektif, yaitu dengan mengamalkan doa atau
ayat suci Al-Quran
tertentu dengan jumlah
dan tata cara tertentu.
Tata cara yang dilakukan
dengan benar akan menghasilkan keyakinan
yang akan menstimulasi
organ-organ tertentu dari
sifat fisik dan kimia tubuh
manusia sehingga
memiliki frekwensiyang memungkinkannya untuk
mendeteksi hal-hal diluar
indera. Tentu saja, ini
semua tidak terlepas dari
ijin dan ridho Allah SWT
sebagai pemilik suatu ilmu.

Ada dua hal yang penting
yang harus diperhatikan
dalam membuka Pintu
Khasaf.
Pertama adalah
niat dan kesungguhan. Niat menjadi penting
artinya mengingat segala
sesuatu sangat
tergantung kepada niat
kita. Niat yang kuat akan
menghasilkan energi terfokus, sebaliknya niat
yang lemah hanya akan
menyebabkan energi
terpecah.
Sedangkan yang kedua
adalah besar kecilnya potensi batin yang
dimiliki seseorang turut
pula mempengaruhi
keberhasilan dalam usaha
ini.

Potensi batin terkadang sangat terkait dengan kesinambungan
rohani kedua orang tua,
keinginan untuk
meluruskan hati dan
pemahaman yang
sempurna akan segala sesuatu yang bersifat
hakiki. Kesungguhan
dalam mengasah batin,
turut pula menetukan
besar kecilnya potensi
batin seseorang. Orang yang telah terbuka
Pintu Khasafnya akan
memiliki begitu banyak
kelebihan.

Diantaranya akan mampu membaca apa
yang telah, sedang dan akan terjadi, mampu
melakukan teropong gaib
dari jarak yang tak
terbatas, mampu
membaca isi hati orang
lain, mengukur ilmu lawan, menangkap getar-
getar dari alam gaib,
melihat mahluk dari
dimensi lain dan
sebagainya yang
bermuara pada ketajaman Alam Bawah Sadar. Semua
orang sakti mengandalkan
intuisi semacam ini untuk
menunjang kesaktiannya.
Dalam menguasai ilmu ini
tidak perlu melakukan puasa atau ritual
ditempat-tempat angker.
Cara inipun tidak
menggunakan bantuan
jin, namun murni
memohon kemurahan Allah SWT.

Yang berat dalam menempuh cara ini
hanyalah kesanggupan
untuk menahan nafas
selama mungkin. Semakin
lama kita mampu menahan nafas,
menunjukan kalau kita
semakin mampu melawan
nafsu dan dan
mengendalikan diri.
Demikian sebaliknya Apabila kita belum
mampu menahan nafas
menurut yang semestinya,
kita harus melatihnya
setahap demi setahap
sampai kita mampu membaca semua bacaan
dalam satu tahanan nafas.
Berikut ini akan
dikemukakan bagaimana
cara membuka Pintu
Khasaf dengan menggunakan Ayat suci
Al-Quran.

Tata cara membuka Pintu
Khasaf :
Setiap selesai Sholat
Maghrib dan ketika hendak tidur, bacalah:

1. Surat Al-Fatihah 1x
2. Surat Al-Ikhlas 1x
3. Surat Al-Falaq 1x
4. Surat An-Naas 1x
5. Ayat Kursi 1x 6. Walau anna qur ’anan suyyirat bihil jibalu au
khuti ’at bihin ardhu au kullima bihil mauta
balillahil amru jamia. La
haula wala quwwata illa
billahi ’aliyyil ’adziim.

Semua bacaan diatas harus
dibaca dalam satu satu
tahanan nafas sambil
dalam hati memohon
kemurahan Allah SWT
untuk membuka Pintu Khasaf.
Bila memang belum
sanggup membaca bacaan
di atas dalam satu nafas,
cobalah pada tiga hari
pertama mengamalkan
bacaan 1 sampai 3 dalam satu tahanan nafas.

Tiga hari berikutnya
mengamalkan bacaan 1
sampai 4 dalam satu
tahanan nafas.

Tiga hari berikutnya mengamalkan bacaan 1 sampai 6 dalam
satu tahanan nafas dan
setelah itu mengamalkan
keenam bacaan diatas
dalm satu tahanan nafas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar