Senin, 06 Desember 2010

hizib MANSUBIL MAHABBAH, dan hakikat bersyukur

HIZIB
MANSUBIL MAHABBAH 6 December 2010 by wongalus 1 Votes Al-Habib Syeich bin Ahmad Bafaqih Al-Alawi rico_endo@yahoo.com Hizib ini ada dalam kitab Sabilal Muhtadin. Pengamal hizib ini tidak memerlukan puasa dan amalannya cukup diwirid selama tiga hari berturut-turut. Dan kalau belum ada reaksi, dilanjutkan sampai tujuh hari. lakunya :
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.
BISMILLAAHI THORIIQUR- ROHMAAN ROFIIQIRROHIIMI YAHRUSUNII MIN KULLI SYAIIN YALMISUNII AYATUL KURSY TURSI SAIFII HASBIYALLAAHU TAHASH- SHONTU BI-YAASIIN TAWAKKALTU ALALLAAH FA ’SYIILUN SYALUUKHIYAA ASYLIIKHUUTHO
SYALKHUUTHO
WAKHOSYI ’ATIL ASHWAATURROHMAANI
FALAA TASMA ’U ILLAA HAMSYAN YAA SYECH THOYTHOWAL UHJUB ‘ANNII SYARROL JINNI WAL INSI BIHURMATI MAN YAQUULU LISYAIIN KUN FAYAKUUNU BISIRRI SIRRIKAL MASHUUNI WAL ‘ILMIKAL MAKNUUNI WA MAA FII HUKMIKAL MAKHZUUNI ‘ANIL ‘UYUUNI SAKHIRLII QOLBA (……… .BINTI……… ) WAKULLA HAAJATII YAAMAN LAAYU ’JIJUHU SYAIUN SAKHIRLII KULLA SYAIIN AQSAMTU ‘ALAIKUM BIMAA DA ’ALLAAHU BIHII ‘ALAS- SAMAAWAATI WAL AROODHIINA FAQAA LATAA ATAINAA THOO-I‘IINA WA- INNAHU LAQOSAMUN LAUTA ’LAMUUNA ‘ADZIIMUN WA SHOLALLAAHU ‘ALAA SYAIDINA MUHAMMADIN WA ALIHI WASHOHBIHI WASSALAM Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan menyebut
nama Allah yang menjalankan
rasa kasih sayang. Jagalah diri Saya dari tiap tiap sesuatu yang mengikat. Ayat Qursy menjadi perisai diriku. Pedangku adalah pertolongan Allah. Aku jagakan diri kepada Yaasiin. Dan aku pasrahkan diri kepada Allah. fa ’syiilun syaluukhiyaa asyliikhuutho syalkhuutho. Dan suaraku penakluk rasa kasih sayang. Maka janganlah kau dengar kecuali dengan menggigit yaa Syech thoythowal. Lindungilah aku dari kejahatan jin dan manusia. Dengan kemuliaan Dzat yang berkata kepada sesuatu jadilah maka terjadilah. Dan dengan kelembutan-kelembutan
Engkau yang bagaikan suara seruling. Dan dengan ilmu- ilmu Engkau yang hebat. Dan kebijaksanaan Engkau yang susah untuk dilihat. Taklukkan kepada Saya hatinya (……… binti …….) Dan setiap cita citaku Hai Dzat yang mengalahkan ( melemahkan ) sesuatu. Taklukkanlah kepada Saya tiap tiap sesuatu. Saya bersumpah kepada kalian dengan sesuatu yang telah Saya minta kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Maka Allah berkata berikanlah apa yang aku cita citakan. Sesungguhnya semua ini adalah sebagai sumpah supaya kamu mengerti Allah yang Maha Agung. Semoga terlimpahkan sholawat dan salam kepada Muhammad dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya. Kegunaannya Untuk Mahabbah
Cara mengamalkannya:
o Tidak usah dipuasai amalannya cukup diwirid saja selama 3 hari atau 7 hari. Dan bagi siapa yang akan dituju cukup dipanggil namanya.
o Selama mengamalkan pada tengah malam Anda shalat Taubat, shalat Hajat Khusus, dilanjutkan silsilah kepada :
1. Ilaa hadrotin nabiyyil mushthofaa muhammad sholallaahu ‘alaihi wassalam ….. al fatihah
2. Tsumma ilaa hadrotisy- syaikh abdul qodir zaelani rodiyallaahu anhum….. al fatihah
3. Tsumma ilaa hadroti Al- habib syeich bin ahmad bafaqih al-alawi …. al fatihah 4. Tsumma ilaa hadroti man ajaazani Al-Habib Umar bin Muchdor Syahab, Palembang….. al fatihah dan membaca amalannya sebanyak 41 x. Selama mengamalkan setelah selesai shalat lima waktu amalannya di baca sebanyak 3 x saja secara istiqomah. Hizib ini dapat dibaca kapan saja saat ada hajat. @@@ Posted in +PERPUSTAKAAN UTAMA+ | 23 Comments » HAKEKAT BERSYUKUR 6 December 2010 by wongalus Rate This bagong suwung
jimtomang@gmail.com Salam hormat menjura yang sedalam dalamnya ……untuk semua sesepuh kwa dan seluruh bolo wongalus. Mohon
maaf ini hanya sekedar coretan coretan seorang fakir ilmu semoga bermanfaat … Saudaraku. Akhlak dan adablah yang membedakan antara orang mu’min dan munafik, sekarang coba kita tengok pada wajah hati kita termasuk yang manakah pribadi kita ini? Adakah kita termasuk yang mentauhidkan
atau yang munafik. Segala sesuatu selain Allah adalah fitnah [cobaan] kecuali untuk sesuatu yang kita ambil atau manfaatkan untuk tujuan ibadah. Maka apabila dalam niatan kita dalam mengambil dunia baik maka dunia itu menjadi akhirat. Bukannya islam mengajarkan kita hidup susah tanpa memilki dunia akan tetapi mengajarkan umatnya untuk tidak terikat duniawi sehingga mencegahnya dari taat kepada Allah. Berapa banyak kita lihat seseorang yang di anugarahi kekayaan harta akan tetapi hati mereka tidak terikat olehnya, namun berapa banyak pula mereka yang di beri kesempitan oleh Allah akan tetapi hati mereka terikat duniawi. Ba’du ulama mengatakan Pada prinsipnya cinta dunia bukanlah meninggalkan dunia dari tangan kita akan tetapi meninggalkan hati kita dari keterikatan duniawi [semoga Allah menolong kita]. Maka janganlah setiap nikmat yang kita dapatkan kosong dari syukur kepada Allah. Para ulama sepakat bahwa untuk mengikat dunia hendaklah kita ikat dengan syukur kepadanya. Syukur kepada Allah bisa berupa pujian misalnya dengan mengucapkan hamdalah atau dengan sujud syukur akan tetapi lebih dari semua itu adalah dengan mengaplikasikannya secara real dalam kehidupan sehari hari, misalnya kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, kita gunakan untuk taat serta melapangkan saudara saudara kita yang membutuhkan, ya tentunya sesuai kemampuan yang telah Allah berikan. Sebagian ulama mengatakan setiap sesuatu yang menjadikan kita lalai kepada Allah adalah fitnah yang menjadikan seseorang menjadi cemas, gelisah dan bertambah jauh dari Allah. Perbuatan perbuatan baik yang kita lakukan seperti sholat, puasa dan lainnya akan tetapi kita lalai karena sibuk dengan kenikmatan kenikmatan maka adalah kesialan. Semoga kita di jaga dari hal yang demkian itu. Dalam kitab hidayatul adzkiya ’ thoriqil auliya syekh Zainudin al ma’bary matan 172-173 mengatakan “para ahli ma’rifat sudah sepakat menyatakan bahwa sebaik baiknya taat kepada Allah yang Maha Tinggi adalah menjaga keluar masuknya nafas dengan “Allah …Allah …” dengan penuh rasa takut dan harap baik ketika di tengah keramaian ataupun sendiri ”. Saudaraku … Hati yang lalai menjadikan kita berat dalam menjalankan perintah perintahNYA, karena harapan dan cita cita kita kepada selainNYA. Sehingga dusta dan nifak menghiasi setiap gerak gerik kita. Saat sholat kita mengucapkan “ALLAHU AKBAR ” [Allah Maha Besar] kita berdusta karena dalam hati masih ada Tuhan selainNYA, segala sesuatu yang mana kita takut dan berharap kepadanya maka itulah tuhan kita. Maka jadilah hati tidak sesuai dengan lidah, perbuatan tidak sesuai dengan perkataan. Janganlah kita mengetahui ilmu dan hanya puas dengan namanya tanpa ada wujud nyata yang berupa amal. Qs. Ash-Shaff;2-3 “ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan ”. Perintah ayat tsb hanya di peruntukkan orang yang beriman [percaya] yang tidak akan berani mengabaikan dan meremehkan satu huruf pun dalam al-Furqon. Jelas sekali amat besar kebencian Allah kepada seseorang yang mengatakan sesuatu yang tidak pernah ia kerjakan [ kecuali ada udzur/alasan untuk kemashalatan] yang di perbolehkan oleh syari ’. Sedemikian besarkah kebencian Allah kepada seseorang yang mengatakan sesuatu yang tidak ia kerjakan?? Kadang kita sering
melakukan hal demikian baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari [semoga Allah mengampuni] yang menjadikan diri kita teramat berat untuk menjalankan ketaatan kepadaNYA. Tidak ada lagi rasa takut dan malu karena nifak telah mapan dalam setiap gerak gerik kita. Saudaraku … Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali taubat dan istiqomah di dalamnya sehingga Allah SWT menghiasi kita dengan iman, keyakinan dan amanah. Membenarkan atas dasar iman kepadaNYA dan RosulNYA menjadikan sebab turunnya karunia dan anugarah yang sempurna dan tiada batas. Allahumma amin. @@@..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar